Herbahale.com - DBD dan biang keringat bisa sama-sama bikin anak demam dan rewel, tapi bedanya jauh banget satu bisa berujung rawat inap, satunya cukup dikompres & dikipas. Yuk, kamu kenali ciri khasnya lewat suhu, pola ruam, dan gejala pendukung lain sejak dini, biar nggak panik berlebihan atau, justru lengah saat harus segera ke dokter!
Anak demam, muncul bintik-bintik… aduh, ini DBD atau cuma biang keringat ya?
Kalimat itu mungkin sering terlintas di kepala kamu saat si kecil tiba-tiba demam dan kulitnya dipenuhi bercak merah. Wajar! Keduanya memang bisa mirip di mata awam.
Jangan khawatir, kamu nggak perlu jadi dokter buat bisa membedakannya. Cukup pahami 4 poin utama ini suhu demam, pola ruam, lokasi munculnya, dan gejala pendukung lainnya. Simak penjelasannya!
1. Demam Tinggi & Anjlok vs Ringan & Naik-Turun
DBD (Demam Berdarah Dengue)
- Demam tinggi mendadak (39–40°C) yang bertahan 2–7 hari.
- Justru saat demam mulai turun (hari ke-3–5), gejala kritis bisa muncul lemas ekstrem, mual terus, nyeri perut, bahkan perdarahan (gusi, mimisan, BAB hitam).
- Ini fase kritikal jangan lega dulu pas demam turun!
Biang Keringat (Miliaria)
- Demam biasanya ringan atau bahkan tidak demam sama sekali.
- Kalau ada demam, biasanya karena kepanasan/overdressed suhu tubuh cepat normal setelah dikipas/dikompres.
2. Ruam Kulit Tekan & Hilang? Atau Tidak?
DBD
- Ruam berupa bintik merah kecil (petekie) yang tidak hilang saat ditekan (coba tekan pakai gelas bening bintik tetap kelihatan).
- Bisa muncul hari ke-3–6, sering di dada, lengan, wajah, atau seluruh tubuh.
Biang Keringat
- Bintik kecil kemerahan atau bening (seperti jerawat kecil), sering bergerombol di lipatan leher, dada, punggung, atau area tertutup baju tebal.
- Hilang/memutih saat ditekan , dan terasa gatal atau perih.
3. Lokasi & Kondisi Lingkungan
DBD
- Muncul tanpa kaitan langsung dengan cuaca panas bisa terjadi kapan saja, terutama di musim hujan (genangan, sarang nyamuk Aedes aegypti).
- Anak sering tidak gatal, malah lesu.
Biang Keringat
- Muncul setelah anak kepanasan, berkeringat banyak, atau pakai baju tebal/tidak menyerap keringat.
- Lokasi khas leher, dahi, lipatan ketiak, selangkangan, punggung atas area “lembap & hangat”.
Apa yang Harus Kamu Lakukan?
Kalau curiga DBD
- Segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk tes darah (NS1, trombosit, hematokrit).
- Jangan tunggu sampai parah deteksi dini bisa cegah komplikasi.
Kalau biang keringat
- Hindari pakaian tebal & panas berlebihan.
- Mandi air hangat, pakai bedak tabur tanpa pewangi, dan pastikan sirkulasi udara baik.
- Hindari menggaruk bisa infeksi!
DBD bukan hal sepele setiap tahun, ribuan anak di Indonesia dirawat karena terlambat ditangani. Tapi biang keringat juga nggak perlu bikin kamu stres berlebihan. Kuncinya cuma satu kenali, catat gejala, dan jangan ragu konsultasi ke dokter saat ragu.
