6 Makanan untuk Penderita Hipertiroid yang Aman Dikonsumsi


Herbahale.com - 
Kalau kamu mengalami hipertiroid, memilih makanan yang tepat bisa jadi kunci utama untuk mengendalikan gejala dan menjaga kesehatan tubuh. Ada beberapa makanan yang aman bahkan bermanfaat untuk dikonsumsi, seperti sayuran non-goitrogenik, protein tanpa lemak, hingga makanan kaya antioksidan. Artikel ini akan membahas 6 pilihan makanan terbaik yang bisa kamu masukkan ke dalam menu harian tanpa khawatir memperparah kondisi tiroidmu.



Pernah merasa jantung berdebar kencang, berkeringat terus-menerus, atau berat badan turun drastis meski makan banyak?


Bisa jadi itu tanda hipertiroid kondisi di mana kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif. Meski terdengar menakutkan, kabar baiknya kamu masih bisa mengelola gejalanya lewat pola makan yang tepat! Salah satu langkah paling efektif adalah memilih makanan yang tidak memperburuk fungsi tiroid, bahkan justru mendukung keseimbangan hormon tubuh.


Nah, berikut ini 6 makanan yang aman dan direkomendasikan untuk kamu yang hidup dengan hipertiroid


1. Sayuran Non-Goitrogenik  

Sayuran seperti wortel, zucchini, mentimun, dan selada tidak mengandung goitrogen senyawa yang bisa mengganggu fungsi tiroid. Berbeda dengan sayuran cruciferous (seperti brokoli atau kubis) yang sebaiknya dihindari dalam kondisi mentah, sayuran non-goitrogenik ini aman dikonsumsi setiap hari dan kaya akan vitamin serta serat.


2. Protein Tanpa Lemak 

Protein penting untuk memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga massa otot yang sering berkurang akibat metabolisme cepat pada penderita hipertiroid. Pilih sumber protein rendah lemak seperti dada ayam, ikan putih (misalnya kakap atau nila), telur, dan tahu. Hindari daging merah berlemak tinggi yang bisa memicu peradangan.


3. Buah-buahan Rendah Gula 

Buah seperti blueberry, stroberi, apel, dan jeruk kaya akan antioksidan dan vitamin C yang membantu melawan stres oksidatif salah satu efek samping dari kelebihan hormon tiroid. Namun, hindari konsumsi buah berlebihan yang terlalu manis (seperti mangga matang atau anggur dalam jumlah besar) karena gula berlebih bisa memperburuk fluktuasi energi.


4. Makanan Kaya Selenium  

Selenium adalah mineral penting yang membantu mengatur metabolisme tiroid dan melindungi kelenjar tiroid dari kerusakan oksidatif. Kamu bisa mendapatkannya dari kacang Brazil (cukup 1–2 butir sehari!), ikan tuna, telur, dan jamur. Tapi ingat jangan berlebihan, karena kelebihan selenium juga berisiko.


5. Lemak Sehat dari Sumber Nabati  

Alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan (seperti almond dan walnut) mengandung lemak tak jenuh tunggal dan omega-3 yang bersifat anti-inflamasi. Lemak sehat ini membantu menstabilkan hormon dan memberi energi tanpa membebani sistem metabolisme yang sudah bekerja ekstra.


6. Makanan Tinggi Kalsium & Vitamin D  

Hipertiroid sering menyebabkan penurunan kepadatan tulang. Untuk melindungi tulangmu, pastikan asupan kalsium dan vitamin D cukup. Pilih susu rendah lemak (jika tidak alergi), yogurt Yunani, tahu yang diperkaya kalsium, atau ikan kecil yang dimakan beserta tulangnya (seperti sarden). Jemur diri di pagi hari juga cara alami untuk meningkatkan vitamin D!


Mengelola hipertiroid memang butuh perhatian ekstra, tapi bukan berarti kamu harus hidup dalam batasan ketat. Dengan memilih makanan yang tepat, kamu tidak hanya mengurangi gejala, tapi juga memberi tubuh bahan bakar terbaik untuk pulih dan tetap sehat!